logo                                                                        Image 01 Image 01

Rakyat Jangan Terpecah Belah

Menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2014, masyarakat diminta menghindari tindakan kekerasan dalam mengikuti pesta demokrasi lima tahunan itu. "Saya mengimbau masyarakat agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan saat pemilihan umum legislatif dan pemilu presiden 2014 mendatang. Saya berpesan agar saat pesta demokrasi lima tahunan itu berlangsung, masyarakat tak terpecah belah," ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. (Koran Jakarta)

Image 01

Reformasi Birokrasi Harus Dirasakan Masyarakat

Wakil Presiden Boediono menyatakan, sebagian aspek dari program reformasi birokrasi harus dapat langsung dirasakan oleh masyarakat. Masyarakat perlu diberi tahu bahwa reformasi birokrasi telah memiliki hasil konkret.(Kompas)

Image 01

Yusril: Saya Akan Lawan KPU!

Ketua Dewan Syuro Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra menilai, Komisi Pemilihan Umum (KPU) keras kepala dalam menghadapi gugatan sengketa pemilu yang dilayangkan 11 partai politik (parpol). "Kalau ini berlarut-larut, kami akan gugat ke pengadilan dan membatalkan SK nomor 5 tahun 2012. Maka, tidak satu pun partai yang lolos. Jadi otomatis tidak ada pemilu. Sebab, KPU selalu kukuh dalam menafsirkan UU, bukti-bukti sudah kami kemukakan tapi tidak mau terima," kata Yusril. (Kompas)

Image 01

"Selamat Datang di website INDEPENDENT POLLING"

Sekilas

Our news

Independent Polling (InPoll) didirikan atas dasar pemikiran bahwa Kemajuan Indonesia sebagai bangsa akan efektif dan stabil jika ada kebijakan responsif terhadap persepsi, harapan, dan evaluasi publik. Monitoring opini publik secara berkala akan menjadi masukan bagi proses politik dan pembuatan kebijakan di negara ini. Perlunya kajian terhadap setiap kebijakan yang dibuat terutama dari segi dampaknya terhadap masyarakat. Era reformasi dirasakan masih jauh dari harapan masyarakat, dimana tingkat pengangguran dan kemiskinan yang masih tinggi dan juga tingkat korupsi dan kepastian hukum yang belum menjawab harapan masyarakat. Begitu juga infrastruktur publik yang makin hari makin jauh dari harapan masyarakat.



Berita Utama

Konvensi Mesti Dilembagakan

Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Gun Gun Heryanto, mengatakan mekanisme konvensi calon presiden (capres) sudah seharusnya menjadi bagian demokratisasi partai. Mekanisme konvensi itu harus dilembagakan.

"Bagaimanapun, ide konvensi itu kan sesungguhnya bisa menjadi kanal untuk mendistribusikan power figur sentral menjadi kekuatan sistem," kata Gun Gun saat dihubungi di Jakarta, Selasa (9/4). Dalam tradisi partai modern, konvensi kerap kali melahirkan suatu mekanisme perekrutan calon leader yang berkualitas. Karena itu, patut diapresiasi gagasan konvensi yang dilansir Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono.

"Ada beberapa keuntungan jika Demokrat menjadikan sistem konvensi sebagai mekanisme perekrutan capres," kata dia. Keuntungan pertama, tambah Gun Gun, Partai Demokrat akan memunyai skema pilihan banyak tokoh untuk nantinya diusung menjadi capres, dan itu mengisi krisis figur di internal partai yang dialami saat ini. Keuntungan kedua, konvensi ini bisa dijadikan stimulan pencitraan politik atau menjadi bagian political treatment untuk mengubah persepsi negatif ke netral atau bahkan ke positif, setelah Partai Demokrat diterpa masalah-masalah internal berturut- turut yang menyebabkan rontoknya elektabilitas partai.

"Hanya saja, harus juga dicatat bahwa konvensi yang digelar mestinya jangan asal-asalan atau konvensi setengah hati," kata dia. Standar dalam konvensi harus jelas dan didukung dengan elemen-elemen partai. Jangan hanya akal-akalan untuk sekadar pencitraan partai. Jika mainmain, yang rugi tentu adalah Partai Demokrat sendiri. Upaya Serius Wakil Ketua MPR, Melani Leimena Suharly, menilai gagasan Partai Demokrat akan menyelenggarakan konvensi capres merupakan upaya serius untuk mencari fi gur capres terbaik sekaligus menaikkan elektabilitas partai dan memenangi Pemilu 2014.

"Partai Demokrat melalui konvensi ingin mendapatkan capres terbaik, yakni kapabel dan memiliki elektabilitas tinggi, sehingga bisa memenangi Pemilu Presiden dan Wakil Presiden RI 2014," kata Melani. Menurut Melani, dengan menyelenggarakan konvensi calon presiden, Partai Demokrat akan lebih dekat dengan rakyat karena rakyatlah pemilik suara mayoritas pada pemilu. Melalui konvensi, Partai Demokrat ingin menyerap aspirasi rakyat melalui figur terbaik yang menjadi harapan rakyat. Menurut dia, konvensi yang diselenggarakan Partai De mo krat akan melibatkan rakyat di berbagai daerah untuk memilih fi gur terbaik.

"Selama ini, Partai Demokrat sudah dekat dengan rakyat. Akan tetapi, melalui konvensi capres, akan lebih dekat lagi dengan rakyat," kata dia. Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Marzuki Alie, mengungkapkan tujuan digelarnya konvensi adalah merumuskan visi dan misi capres yang akan diusung dalam menyelesaikan persoalan bangsa dan negara. Konvensi akan membuka ruang kepada siapa pun yang memiliki kapasitas, kapabilitas, integritas, dan syaratsyarat pemimpin lainnya untuk menjadi presiden.

"Mekanismenya nanti akan ada calon-calon yang mendaftar.Setelah itu, kita akan membuat semacam debat. Para calon menyampaikan pemikiranpemikiran yang bersangkutan dan menjelaskan bagaimana mereka melihat persoalan dan seperti apa solusi yang mereka tawarkan," ujar Marzuki. Dengan demikian, menurut dia, rakyat Indonesia akan diberikan pilihan terbaik calon pemimpin pada 2014 mendatang. Setelah merumuskan visi dan misi tersebut, Partai Demokrat akan melihat persepsi dan penilaian masyarakat terhadap calon-calon yang ditawarkan Demokrat.

"Dengan survei, akan kelihatan apakah rakyat suka dengan pandangannya. Kalau elektabilitasnya tinggi, insya Allah tentu kita dukung," imbuh dia. Wakil Ketua Wanbin itu optimistis langkah Demokrat akan memberi pencerahan sehingga rakyat tidak dipaksa untuk memilih capres yang diusulkan parpol sekaligus mendobrak oligarki politik yang ada saat ini. "Saya sendiri tidak berambisi untuk maju," tutur Marzuki.
(sumber : koran-jakarta.com)


Berita Terkini

Parpol Disambut Karpet Merah Dan Mars Pemilu

Karpet merah dihamparkan mulai dari lobby, tangga hingga depan aula di lantai dua Gedung KPU. Alunan lagu mars pemilu membahama di gedung tua berlantai empat itu.

Kemarin, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mulai membuka pendaftaran calon anggota legislatif (caleg). Sebanyak 12 parpol peserta Pemilu 2014 sudah boleh menyerahkan berkas-berkas caleg ke kantor KPU di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat.

Dua meja disediakan di depan pintu aula. Meja ditunggui staf KPU dan seorang petugas keamanan internal. Perwakilan parpol yang hendak menyerahkan berkas caleg terlebih dulu mengisi buku tamu di meja ini.

Masuk ke dalam aula berukuran12x25 meter, suasana terasa senyap. Lagu mars pemilu hanya terdengar sayup-sayup di ruangan yang lantainya dilapisi granit kinclong ini. Meja-meja yang dilapisi taplak meja ditempatkan di sini ruangan.

Di situ ada 12 meja. Jumlahnya disesuaikan dengan jumlah parpol peserta pemilu. Setiap parpol disediakan meja pendaftaran caleg tersendiri.

Untuk Partai NasDem yang mendapat nomor urut satu, disediakan meja di sebelah kanan dekat pintu masuk. Setelah itu, meja pendaftaran untuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Golongan Karya (Partai Golkar), Partai Gerakan Indonesia Raya (Partai Gerindra), Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Hati Nurani Rakyat (Partai Hanura).

Urutan meja pendaftaran kebalikan dari arah jarum jam. Meja pendaftaran untuk Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)--dua parpol yang menyusul ditetapkan sebagai peserta Pemilu 2014-- ditempatkan di sisi kiri pintu masuk.

Wawan terlihat menjaga meja di sebelah kiri pintu masuk. Ia mengisi waktu dengan membaca kembali Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2013 tentang Pencalonan Anggota DPR, DPD, dan DPRD. Dia didampingi Agung, Yani dan Taufik. Tim ini bertugas melayani pendaftaran caleg PKPI mulai kemarin hingga penutupan 22 April mendatang.

Wawan mengaku nongkrong di meja ini sejak pukul 8 pagi kemarin. “Ya gini-gini aja. Belum datang orang-orang partainya,” kata Wawan. Sesekali dia terlihat ngobrol dengan Agung.

KPU mengerahkan 76 pegawainya untuk melayani pendaftaran caleg. Mereka dibagi dalam 12 tim. Tim berjumlah tiga orang sampai lima orang.

“Mereka yang bertugas di sini semuanya orang KPU dari berbagai biro,” ungkap Wawan.

Ia mencontohkan Agung yang menemani melayani pendaftaran caleg PKPI berasal dari Biro Hukum. “Saya dari Humas. Ada juga dari Biro Logistik dan Kepegawaian,” terangnya sambil menunjukkan staf yag duduk di meja pendaftaran partai lain.

Di setiap meja pendaftaran dilengkapi dua komputer. Di meja ini juga disediakan fotokopi Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2013 dan formulir-formulir yang menumpuk di sudut meja. Alat-alat tulis mulai dari pensin, pulpen dan spidol tergeletak di atas meja.

12 rak besi ditempatkan di dekat dinding kiri dan kanan aula. Rak-rak bertingkat empat itu sudah dilabeli dengan lambang partai. Satu rak untuk setiap partai.

Semuanya masih kosong. Rak ini disediakan untuk menaruh berkas-berkas DCS parpol.

Pemantauan Rakyat Merdeka, hingga pukul 15.30, belum ada satupun partai yang menyerahkan berkas caleg di hari pertama pendaftaran. Meski begitu, staf KPU tidak ada yang beranjak dari mejanya.

Masih ada 13 hari lagi bagi partai untuk menyerahkan berkas-berkas caleg. Lewat dari tanggal 22 April, tak diterima. Sebab, mulai 23 April sudah melakukan verifikasi administrasi berkas caleg. Proses itu berlangsung sampai 6 Mei. Pada 7-8 Mei, KPU mengumumkan hasil verifikasi administrasi caleg.

Caleg yang belum lengkap berkasnya diberi kesempatan untuk melengkapi mulai dari 9 sampai 22 Mei. Sehari setelah batas akhir itu, dimulai verifikasi ulang.

Penyusunan atau penetapan daftar calon sementara (DCS) dijadwalkan tanggal 30 Mei-12 Juni. Sedangkan pengumuman DCS pada 13-17 Juni. Caleg yang memenuhi syarat akan ditetapkan dalam Daftar Calon Tetap (DCT). Pengumuman DCT 9-22 Agustus mendatang.

Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay mengimbau agar partai politik kontestan Pemilu 2014 tidak menyerahkan berkas caleg di akhir masa pendaftaran.

“Jangan hari terakhir, karena akan merepotkan KPU dan partai itu sendiri. Karena ada 77 dapil (daerah pemilihan). Khawatir justru nanti mengantre dalam pendaftarannya,” pesan Hadar. Satu per satu caleg di 77 dapil itu perlu dipelototi. Proses itu tentu butuh waktu tak sedikit.

KPU menetapkan batas akhir penyerahan berkas caleg pada 22 April. Menurut Hadar, pihaknya siap melayani partai yang ingin menyerahkan berkas hingga dua pekan ke depan.

“Kita siap berkomunikasi. Bisa kok membuat janji dulu. Misalnya partai mau datang tanggal berapa, bisa diinformasikan ke kita. Jadi ketika mereka datang, kita sudah siap melayani,” ujar Hadar.

Penyerahan Berkas Dilakukan Kolektif

Penyerahan berkas caleg ke KPU harus dilakukan secara kolektif. Untuk itu, parpol diminta menunjuk orang yang akan mengurus penyerahan berkas-berkas itu.

Orang yang ditunjuk akan bertindak sebagai penghubung (liaison officer/LO) antara parpol dan KPU.

“LO pasti orang partai, dan nama-nama LO itu sudah ada atas kesepakatan KPU dengan parpol sebelumnya. Bisa saja nggak harus orang itu, tapi orang lain atas perintah Sekjen atau ketua umum partai,” kata Wawan, staf pendaftaran di meja yang disediakan untuk Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Menurut Wawan, mereka yang bertugas di meja pendaftaran sudah diwanti-wanti hanya berhubungan dengan orang yang dapat mandat dari partai untuk mengurus penyerahkan berkas caleg. Dilarang berhubungan langsung dengan caleg.

Ia menginformasikan partai yang hendak mendaftarkan caleg harus menyerahkan berkas-berkasnya sekaligus. KPU tak menerima penyerahan berkas secara bertahap.

Jika parpol mengajukan 560 caleg untuk DPR, semua berkasnya harus diserahkan berbarengan.

“Jika berkas sudah diserahkan, akan kami berikan tanda terima. Tapi nggak bisa diubah atau ditambah. Makanya, kita akan cek bersama sebelum diterima. Jika dirasa persyaratan belum lengkap lebih baik kami kembalikan,” katanya.

Pengecekan berkas-berkas, lanjut Wawan, akan dilakukan di masing-masing meja pendaftaran. Berkas caleg harus melampirkan surat keterangan sehat jasmani rohani, serta fotokopi ijazah terakhir yang sudah dilegalisir, dan keterangan dari pengadilan tidak terlibat kasus pidana.

“Kalau bolak-balik ngecek berkasnya sudah lengkap apa belum, silakan saja. Asalkan jangan diserahkan dulu kepada kami. Nanti kita check list berkas-berkasnya mana yang oke dan belum,” jelasnya.

Selain memeriksa setiap berkas caleg, staf di meja pendaftaran akan mengecek jumlah caleg yang diajukan. Setiap parpol hanya boleh mengajukan 100 persen jumlah kursi di setiap dapil. Untuk tingkat DPR, partai hanya boleh mengajukan 560 caleg. Jumlah ini sesuai dengan kursi yang tersedia di parlemen.

Terakhir, staf di meja pendaftaran memeriksa keterwakilan caleg perempuan di setiap dapil. “Dari 100 persen calon tersebut, harus ada keterwakilan perempuan sebanyak 30 persen. Di setiap kelipatan nomor urut ketiga, harus ada satu perempuan,” jelas Wawan. (sumber : rmol.co)







Parpol Jago Kemas Hiburan Lebih Disukai Pemilih Muda

Suara kaum pemuda terpecah. Mereka yang suka have fun dan hiburan, diperkirakan cenderung memilih partai nasionalis. Sedangkan yang religius terpecah ke partai Islam dan nasionalis. Suara generasi akan ‘liar’ alias sulit dipegang saat pemilihan.

Koordinator Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang mengatakan, dukungan pemuda bisa menentukan sukses tidaknya peserta pemilu. Tak hanya di Indonesia, di setiap negara manapun partisipasi pemuda dalam pemilu selalu dominan.

Bahkan, kata dia, ketika kampanye pemilu posisi pemuda sangat dominan, melampaui 90 persen dari keseluruhan masa yang hadir dalam kampanye.

“Jumlah suara pemuda puluhan juta. Ketika kampanye mereka pun yang paling aktif berkontribusi, bukan generasi tua,” tutur Salang, kemarin.

Salang menceritakan, sejarah membuktikan, sebelum kemerdekaan, awal kemerdekaan, Orde Lama, Orde Baru, sampai Orde Reformasi, partisipasi pemuda dalam menyuarakan demokrasi tak terbantahkan.

Ia mencontohkan, sumpah pemuda tahun 1928 dikumandangkan pemuda. Proklamasi kemerdekaan 1945 dan reformasi 1998, juga digagas tokoh-tokoh pemuda. “Pemuda punya kekuatan otot dan otak. Ini yang membedakan mereka dengan generasi tua,” sindirnya.

Menurutnya, diperlukan perlakuan khusus meraih suara pemuda yang jumlahnya puluhan juta. Kata Salang, ada dua jurus yang bisa dipasang untuk meraih simpati kaum muda. Yakni jurus klasik dan psikologis.

Jurus klasik, dilakukan dengan penawaran program yang menyangkut kepentingan pemuda secara bahasa alias lewat janji. Sedangkan jurus psikologis, mendekati pemuda dengan memfasilitasi minat dan bakat mereka.

Jurus psikologis, yakin Salang, efektif diterapkan oleh parpol, caleg dan capres untuk meraih suara pemuda. Seoalnya, pemuda masa sekarang lebih suka hiburan, hura-hura, have fun dan kumpul-kumpul, ketimbang berdiskusi dan ikut seminar.

“Kampanye diselingi hiburan, musik rock, dangdut, pop, sampai menampilkan selebritis idola kaula muda dalam kampanye akan efektif,” ujarnya.

Salang menyarankan, untuk meraih suara dan simpatik pemuda, tokoh parpol dan para jurkam yang sudah tak muda lagi sebaiknya berpenampilan muda ketika kampanye.

Ketika tampil di panggung kampanye, saran dia, tokoh tua harus mengerti psikologis anak muda.

“Parpol yang memikat dan dinamis saat kampanye, akan membuat pemuda simpatik.

Pemuda sekarang identik dengan gairah, semangat, demokrasi dan keterbukaan. Pemuda umumnya tak menyukai segala sesuatu yang loyo dan muluk-muluk,” katanya.

Pengamat Politik Iberamsjah bilang, pemuda akan sangat berpengaruh pada kesuksesan parpol peserta Pemilu 2014. Secara umum, nilai dia, pemuda termasuk kelompok yang belum solid menentukan pilihannya pada parpol tertentu.

Menurut dia, media kampanye yang efektif untuk merangkul pemuda adalah media sosial seperti Facebook atau Tritter. Pemuda saat ini sudah tidak percaya lagi atau tertarik dengan cara kampanye memperbanyak spanduk, brosur ataupun baliho.

“Masyarakat kita semakin kritis. Jadi baliho atau sapanduk sudah tidak berkoreleasi dengan kepercayaan. Media sosial lebih efektif untuk mempengaruhi pemuda,” ujarnya.

Ia mencontohkan Presiden Amerika Barack Obama yang berhasil meraup suara terbanyak karena berkampanye lewat media sosial ke kalangan pemuda. Dia menyebut kalangan pemuda sekarang punya hobi dan minat yang tinggi terhadap media sosial.

“Anak muda itu masih mencari identitas, haus informasi, emosional dan mempengaruhi orang-orang di sekitarnya dan biasanya cenderung ekstrim,” cetusnya.

Pemuda Suka Kegiatan Kreatif, Bukan Pencitraan
Maruarar Sirait

Ketua DPP PDIP ini memandang suara pemuda berpengaruh memenangkan parpol di pemilu. Partai yang ingin mendapatkan suara pemuda tidak cukup hanya dengan pencitraan, tetapi harus bisa memfasilitasi dengan kegiatan kreatif.

“Kalangan muda memang harus didorong untuk kreatif. Siapa yang bisa dorong itu? Tentu sosok atau figur yang bisa mewadahi ketertarikan untuk disalurkan dalam kegiatan-kegiatan positif,” ujar Maruarar, kemarin.

Menurutnya, jika ingin dilirik pemuda, partai harus berupaya masuk lebih dalam dengan menggali keinginan kreatif pemuda. Ia mencontohkan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta, banyak pemuda yang menyukai pembuatan film pendek, spontan berinisiatif membuat video klip untuk pasangan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama.

“Nah partai harus bisa menangkap ide dan gagasan kreatif pemuda dalam pembuatan video klip,” katanya.

Maruarar berharap, pada Pemilu 2014 PDIP mendulang suara besar dari pemilih pemula. PDIP, kata dia, terus melakukan konsolidasi memaksimalkan organisasi struktural DPP bidang pemuda dan olahraga dan juga organisasi sayap kepemudaan partai.

“PDIP punya organisasi sayap yang fokus menjaring pemilih kalangan muda. Kami juga punya pengurus DPP bidang pemuda dan olahraga beserta organisasi sayap partai yang concern di kalangan muda,” ujar anggota Komisi XI DPR ini.

Maruarar mengatakan, partisipasi politik pemuda sangat diperlukan agar kemunculan pemuda dalam politik praktis, tidak hanya bermodalkan
pembaharuan secara fisik ataupun umur. Namun, pandangan segar yang terefleksikan oleh visi dan misi kepemimpinannya, juga harus menunjukkan semangat perubahan.

“Pemuda memiliki kreativitas dan minat yang beragam. Partai harus bisa memfasilitasi ide kreatif dan minat pemuda di segala bidang secara positif,” cetusnya.

40 Juta Suara Anak Muda Jadi Rebutan
Hanif Dhakiri

Ketua DPP PKB ini menilai, pemilih kalangan muda pada Pemilu 2014 harus dirangkul. Pasalnya, saat ini jumlah pemilih kalangan muda di Indonesia mencapai 40 juta.

Menurut dia, partai harus membangun image sebagai partai anak muda, jika ingin dipilih pemuda. Dalam membangun Image, partai tak cukup hanya mengandalkan kegiatan seremonial, tapi harus disertai dengan fasilitas.

“Contohnya PKB mencitrakan sebagai partai anak muda, karena memang pengurusnya banyak anak muda. PKB benar-benar menghargai peran anak muda,” klaim Hanif, kemarin.

Hanif mengklaim PKB partai anak muda. Alasannya, ketua umumnya Muhaimin Iskandar berusia muda. Begitu juga Sekretaris Jenderal PKB Imam Nahrowi, berusia muda. Demikian juga di Kabinet Indonesia Bersatu II, menteri-menteri asal PKB adalah dari kaum muda.

“Saat ini trend politik lebih mengarah kepada kepemimpinan kaum muda. Karena itulah, sekarang ini merupakan momentum kaum muda memimpin,” kata hanif.

Untuk menggaet suara pemuda, kata Hanif, PKB akan mengoptimalkan organisasi sayap partai bernama Garda Bangsa. Target Garda Bangsa merebut 40 juta suara pemula untuk menangkan PKB pada Pemilu 2014.

“Kita berharap bisa masuk tiga besar dengan mendulang suara pemuda,” katanya.



Sumber : rmol.co



SBY : Pelihara Toleransi di Tahun Politik

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta semua pihak untuk terus memelihara toleransi dan etika politik memasuki tahun politik menjelang Pemilu 2014.

"Warnai tahun politik dengan menjunjung tinggi toleransi, saling menghormati, dan menghargai. Mari kita jauhkan sifat yang mengarah pada saling hujat dan menjatuhkan, jauhi aksi anarkistis, unjuk rasa yang merusak, dan pencemaran nama baik yang akan mencoreng iklim toleransi," kata Presiden saat menghadiri Dharma Shanti Nasional 2013 di Jakarta, Minggu (7/4) malam. Kepala Negara mengajak semua pemuka agama untuk bersama- sama mendorong umat menjaga toleransi dan juga iklim keamanan dan ketertiban.

"Pada kesempatan yang baik ini pula pada pemuka agama seluruh Tanah Air, termasuk jajaran Parisada, saya ajak terus jaga kerukunan umat beragama," katanya. Senada dengan Presiden, Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia, Mayjen (Purn) SN Suwisma, mengatakan pihaknya menyampaikan imbauan agar persaudaraan dikedepankan meski dalam persaingan politik.

"Harapan pada segenap warga bangsa agar senantiasa menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan. Persaingan dalam sebuah konstelasi politik adalah wajar, namun seyogianya persaingan itu dilandasi oleh persaudaraan, bukan permusuhan," kata Suwisma.

Peringatan Dharma Shanti Nasional 2013 dihadiri juga oleh Wakil Presiden Boediono, Ibu Negara Ani Yudhoyono, Herawati Boediono, para menteri kabinet, dan sejumlah pejabat lainnya. Kejayaan Nusantara Sebelumnya, Ketua Panitia Nasional Peringatan Hari Raya Nyepi tahun Saka 1935, Gede Prajana, dalam keterangan pers di Kantor Presiden Jakarta, Selasa, seusai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan Kepala Negara meminta agar pergelaran dalam rangka peringatan hari raya Nyepi bisa memberikan informasi mengenai kemajuan yang dicapai Indonesia kepada masyarakat.

"Kita memaknai tema peringatan hari raya Nyepi dengan menampilkan siklus tujuh abad kejayaan Nusantara di mana pada abad ke-7 ditandai dengan Kejayaan Sriwijaya, abad ke-14 kejayaan Majapahit, dan kini abad ke-21 Indonesia ditandai dengan masuk menjadi negara G-20 dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi," kata Prajana.

Dia menambahkan, "Tidak banyak negara yang dapat mencapai angka tersebut dan agar ini disampaikan ke masyarakat sehingga tidak dijejali berita yang pesimistis dan konfl ik. Ada banyak sisi positif yang perlu dan layak diberitakan." Prajana mengatakan tema perayaan nasional hari raya Nyepi tahun Saka 1935 kali ini adalah "Dengan Persaudaraan Membangun Kebersamaan".

"Dengan tema ini kita ingin menyerukan pentingnya membangun kebersamaan. Kebersamaan merupakan modal dasar berdirinya negeri ini dari kebinekaan dan keberagaman. Itu yang ingin kita tanamkan, tidak boleh merasa terpisah dan terkotakkotak," katanya.



Sumber : koran-jakarta.com